Selasa, 25 September 2018

Pengalaman Mengikuti Ujian Sertifikasi Keagenan AAJI Online

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi/siang/malam atau kapanpun anda membaca tulisan ini.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya mengikuti suatu ujian. Jujur saya, awalnya saya merasa gugup untuk mengikuti ujian ini karena materi ujian kali ini sangat jauh bidang saya, yaitu tentang teori Asuransi Jiwa di Indonesia.

Mengapa saya bisa mengikuti ujian ini? Baik jadi begini ceritanya. Balik ke tahun 2017, saya mendaftar untuk mengikuti suatu program asuransi atas rekomendasi dari rekanan ibu saya. Nama dari program asuransi itu adalah CAR 3i-Networks dan berada di bawah perusahaan PT Asuransi Central Asia Raya milik grup Salim (pihak yang sama yang memiliki Bank Central Asia atau BCA, Indofood dengan produk Indomie-nya, dan masih banyak lainnya). Karena saya mendaftar untuk asuransi ini, otomatis saya adalah agen asuransi dan setiap agen asuransi harus disertifikasi oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Pada awal mendaftar, sebagai agen saya masih bisa merekrut orang untuk bergabung. Hingga tibalah kira-kira Desember 2017 (apa Januari 2018) saya tidak bisa rekrut dan harus ikut ujian untuk bisa merekrut lagi. Namun pada saat itu, saya masih berkuliah hingga belum berfokus untuk mengikuti ujian ini.

Dan tibalah beberapa bulan lalu, Juli 2018 ketika masa studi kuliah saya akan segera berakhir, saya memutuskan untuk mengikuti ujian AAJI. Jika tidak mengikuti ujian, saya tidak hanya bisa merekrut orang dan juga yang terpenting: Bonusnya tidak bisa cair. Jadi tepat pada tanggal 3 Agustus lalu, saya memutuskan untuk memasukkan tanggal ujian saya di applikasi 3i-Mobiss. Aplikasi ini khusus untuk jenis program asuransi yang saya ikuti, dengan sebelumnya sudah mendaftarkan kepada agen. Saya memilih hari Minggu, 19 Agustus 2018 bertempatan di kantor PT CAR Duta Merlin yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, tepatnya sekomplek dengan Carrefour Duta Merlin atau sebelah barat dari Halte Busway Harmoni. Setelah input tanggal, kita akan mendapatkan konfirmasi keikutsertaan ujian di aplikasi Mobiss. Saya tidak mengigat pasti, tetapi status ikut serta ujian di Mobiss akan berubah kalau tidak salah 5 hari kerja setelah kita input tanggal. Pada saat input tanggal ujian, pastikan kita memasukan semua data dengan benar, khususnya nomor identitas atau KTP serta nama lengkap atau yang sesuai KTP. Tidak lama berselang, saya mendapatkan e-mail dari bagian agent support PT CAR yang berisikan Lembar Konfirmasi Ujian (LKU). LKU ini perlu dicetak, tetapi tidak usah semuanya.  Cukup halaman yang ada data saya saja dan cukup 1 lembar.

Tiba hari ujiannya, saya kebetulan memilih ujian pukul 11.00 siang. Saya sudah sampai dari pukul 10.00 dan sudah banyak berkumpul peserta ujian lain yang mengikuti jam ujian yang sama dengan saya. Pada saat ujian, jangan lupa kita cukup membawa KTP asli untuk nantinya dikonfirmasi, LKU yang sudah kita cetak, bolpoin atau pulpen 1 buah untuk tanda tangan absen, dan boleh juga kertas-kertas yang berisi materi ujian kita (ini opsional). Sekitar pukul 10.45, para petugas di front desk itu meminta kita untuk menunjukkan KTP dan LKU kita. Ketika saya menunggu, kebetulan ada seorang bapak yang baru menyelasaikan ujiannya (beliau memilih jam ujian pukul 09.00) dan menurut beliau menjawabnya cukup mudah masih bisa dikira-kira. Mendengar perkatan bapak tadi, muncul sedikit kelegaan dalam diri saya walaupun sedikit. Sebelum masuk ruang ujian, petugas front desk tadi mengumumkan kelulusan dan bapak tadi yang berbicara dengan saya pun lulus. Dari situ, saya yakin apa yang dikatakan bapak tadi mungkin benar kalau jawabannya bisa dikira-kira.

Ketika petugas sudah memanggil para peserta ujian yang pukul 11.00 untuk masuk ruang ujian, saya masuk dan ikut mengantri bersama para peserta lainnya. Kami masing-masing menghadap pengawas ujian untuk pengawas mengonfirmasi lagi LKU dan KTP kita, setelah itu petugas akan menuliskan user ID dan password yang akan digunakan oleh kita untuk log in dan mengerjakan soal-soalnya. Ketika saya duduk dan terpampang di depan saya sebuah layar komputer yang siap untuk kita log in. Ketika kita sudah log in dan sudah melihat soal nomor 1, maka waktu akan otomatis terhitung. waktu yang diberikan cukup lama, yaitu berkisar 1 jam 45 menit dan jumlah soalnya pun juga banyak, yaitu 80 butir soal. Dalam tulisan kali ini, saya berusaha untuk tidak membeberkan bocoran soal-soal yang keluar pada saat saya mengerjakan ujian. Sekadar untuk referensi saja, saya rekomendasikan anda untuk membuka tautan ini http://kliktip.blogspot.com/2017/05/kisi-kisi-soal-dan-jawaban-asuransi.html dan saran saya, coba pelajari tentang klausul-klausul karena saya ingat itu cukup banyak keluar ketika saya ujian.

Selesai menjawab semua soal-soal ujian, saya log out dan saya tidak langsung meninggalkan PT CAR karena harus menunggu pengumuman kelulusan ujian yang langsung diumumkan, sama seperti bapak tadi yang ngobrol sama saya. Setelah menunggu semua peserta keluar ruangan, diumumkankanlah satu persatu peserta dan diumumkan nama saya bahwa saya lulus. Alhamdulillaah. Saya sangat senang sekali karena saya lulus. Jika tidak lulus, maka saya harus mengikuti ujian lagi dan harus membayar untuk ujian itu. Buat anda yang mengikuti 3i Network, setelah kelulusan pastikan anda log in ulang aplikasi Mobiss anda untuk mengonfirmasi kelulusan anda. Jika setelah diumumkan kelulusan lalu anda log in ulang Mobiss anda namun tidak berubah apapun, mungkin anda bisa menunggu paling tidak 1x24 jam atau mungkin pada saat hari dan jam kerja. Untuk menjawab soal-soalnya, mungkin bisa dikira-kira tetapi perlu lebih kritis lagi untuk menentukan jawaban yang paling tepat.

Demikian pengalaman saya mengikuti ujian AAJI online. Kurang lebihnya mohon maaf dan apabila ada pertanyaan, bisa ditanyakan lewat kolom komentar di bawah atau bisa e-mail saya di gilanganatra[at]gmail[dot]com untuk tanggapan yang lebih cepat.

Ohiya mungkin buat anda yang masih bingung tentang 3i-Network atau setelah mencari di Google dan melihat thread di Kaskus yang menuliskan kalau asuransi 3i-Network ini berupa penipuan, coba anda riset dan observasi lagi mengenai 3i-Network. Anda juga bisa bertanya kepada saya jika ada pertanyaan atau untuk bergabung dengan asuransi ini.

Sekian,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 06 Mei 2018

Hidup (untuk) Kembali (?)

Penulis kembali lagi.

Minggu, 6 Mei 2018.

Akun blog ini sudah terbentuk lebih kurang 9 tahun. Tidak ingat persis hari dan tanggal pembentukan akun ini, yang jelas pada waktu itu akun ini dibentuk oleh seorang siswa Sekolah Menengah Pertama yang ingin mencoba eksis di dunia maya. Banyak cara mencari popularitas di dunia maya, salah satunya adalah dengan membuat akun setiap kali ada media sosial yang dipakai cukup banyak orang. Cara ini bahkan masih dilakukan oleh anak muda Indonesia. Ada yang dengan polosnya mencantumkan informasi pribadinya, ada pula yang membagikan koleksi foto miliknya yang (mungkin) seharusnya tidak dipublikasikan. Namun, ada juga yang membuat akun sekadar untuk menguntit (stalking), sekadar punya akun saja, dan sekadar-kadar lain yang melebihi niat awalnya.

Tulisan dari paragraf sebelumnya mungkin terbaca seperti basa-basi. Memang, harus diakui kalau penulis tidak mahir membuka suatu tulisan. Mungkin karena tidak terbiasa menulis, apalagi tulis di sebuah akun blog. Kurang tepat rasanya menyebut tulisan, karena bukan ditulis melainkan ditik (ya, 'ditik' bukan 'diketik' karena penulisan yang baku menurut KBBI adalah 'tik'). Ah, dirasa kurang tepat jika disebut penulis, mungkin kita ganti saja dengan pengetik karena sejatinya memasukkan angka, huruf, dan simbol atau karakter lainnya ke dalam suatu sistem komputer lebih mudah dengan cara ditik, daripada ditulis. Keduanya bisa dilakukan, akan tetapi siapa yang memilih menulis untuk memasukkan kata ke dalam sistem komputer? Dan kalau bisa dituliskan, buat apa diciptakan suatu teknologi yang sehari-harinya kita sebut dengan keyboard? Sambil lalu, kembali lagi ke frasa utama yang ada di kalimat awal dari paragraf ini. Yang mana yang utama? Ya, basa-basi.

Ha-ha, bahkan penulis masih memikirkan kata-kata yang tepat untuk membuat basa-basi nya di tulisan ketikan ini. Karena ketidakluwesan penulis pengetik dalam membuat ketikan ini, pengetik pun meracau dengan sendirinya.

"Di mana strikethrough-nya?"

Sambil meracau, keluarlah kata umpatan itu. Sebagai petunjuk, kata umpatan yang terucap merupakan kata umpatan yang umum dalam bahasa Inggris. Mereka menyebutnya dengan 'F-word'. Tidak ada yang salah jika berucap kata umpatan, bahkan ketika tidak disengaja. Bahkan pengetik blog ini pernah menonton suatu program salah satu stasiun televisi luar negeri yang menyiratkan bahwa ketika kita sedang kesakitan, seperti akibat jari kaki menghantam kaki meja, mengumpat akan mengurangi rasa sakit ketimbang hanya mengeluhkan rasa sakit tanpa mengucapkan kata umpatan. Lalu buat apa kita mengumpat, kalau kita bisa menggantikan kata umpatan itu dengan kata-kata yang lebih baik? Banyak kata baik lain, kok. Kalau tidak bisa menggantikannya, saya rasa lebih baik diam tidak berucap. Biar hanya hati yang tahu.

"Lalu perlukah kita mengumpat?" itu yang terlintas di pemikiran pengetik.

Rasanya perlu. Kembali lagi kepada masing-masing individu. Kalau menurut pengetik sih, rasanya tidak.

Pengetik merasa sudah kehabisan ide mau berbasa-basi apa lagi. Ah sial! Kenapa masih sebut pengetik? Orang yang mengetik juga akan tetap menyebut diri mereka menulis, kan? Tak heran mereka menyebut diri mereka sebagai penulis, alih-alih pengetik. Padahal, yang mereka lakukan secara harfiah ya mengetik, bukan menulis. Ya sudah, berikutnya kita sebut saja penulis, menulis, dan tulisan. Satu lagi, tanpa kalian sadari, penulis boleh dibilang kontradiktif dalam tulisannya, karena menurutnya tidak perlu mengumpat, tetapi dia menulis kata sial dengan cetak miring.

Tunggu dulu, memangnya kata sial itu kata umpatan? Balik lagi ke masing-masing individu.

Dari kotamadya yang (katanya) gaul di Provinsi DKI Jakarta, Republik Indonesia,
Seorang yang ingin menjadi ambisius.